Assalamu’alaikum sobat Blogger bellaapip.blogspot.com yang berbahagia. 😊😊 Sebelum menyambung cerita bagian 1, mari sama-sama kita doakan negara Indonesia yang sedang banyak dilanda bencana jatuhnya pesawat Sriwijaya, longsor di Sumedang, Gempa di Sulawesi Barat, Banjir di Kalimantan Selatan, dan Banjir juga di Sulawesi Utara agar lekas membaik kembali seperti sediakala, tak lupa kepada pembaca yang terlimpah rezekinya bisa menyalurkan donasi bantuan kepada yang berdampak ke yayasan amal bantuan terpercaya menurut pembaca sekalian.
Baik kami lanjutkan, setelah kami lulus dari bangku perkulihan yang penuh drama dengan skripsi wkwk, kami mencari jalan ninja untuk mengumpulkan pundi-pundi cuan untuk kebutuhan jangka pendek ataupun jangka panjang. Ohya kami memiliki hobby yang sama-sama mengeluarkan banyak uang, kalau saya memilih hobby adventure dan untuk istri lebih jago pada hobby taste kulineran, nilai plus buat saya sering dibuatkan makanan yang enak-enak hehe dan doakan istri segera memiliki toko kulinernya sendiri. Aamiin. 💖
Hingga tahun 2020 hadir dengan banyak kabar bahwa ada sebuah virus yang mematikan datang dari negara China, kita kenal dengan virus corona atau virus covid-19 melanda negara Indonesia semua sektor terdampak, terjadi perubahan aktifitas menjadi serba virtual seperti sekolah dan bekerja ada juga yang di PHK, pasar, toko, mall dan aktifitas perdagangan konvensional tutup. Ojek online dan ekspedisi pengiriman juga mengalami penurunan beberapa bulan, hingga tempat wisata dan tempat ibadah ditutup untuk mengurangi dampak penyebarannya. Ya tahun yang tidak bisa di prediksi oleh manusia.
Menjadi ujung tombak untuk penanganan virus covid-19 adalah tenaga kesehatan. Dan lagi-lagi Ibu saya seorang tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Yogyakarta dan Ayah istri juga seorang tenaga kesehatan di salah satu Rumah Sakit di Klaten. Setiap hari saat bekerja memakai APD agar tidak terdampak dan aturan-aturan lain yang harus dipatuhi sebagai seorang tenaga kesehatan saat bertugas. Qodarullah Ibu saya isolasi mandiri dan kami sebagai anggota keluarga juga mengikuti aturan isolasi mandiri. Cukup suntuk bagi Ibu yang mendapat “serangan” dari handphone-nya yang kerap kali berdering. Dari sinilah perjalanan menuju proses suci di mulai.
Yang akan kita sambung pada tulisan selanjutnya, tetap pantengin blog ini tiap hari ya kawan blogger agar tidak ketinggalan kisah-kisahnya wkwk. Semoga bisa mengambil hikmah di balik cerita di atas. Wassalamu’alaikum 😊😊
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus