Sebelum Dipersatukan Bagian 3

Assalamu'alaikum, hai, sobat Blogger yang berbahagia. 😊 Maafkan baru sempat menulis ketika tulisan suamiku sudah banyak di blog bellaapip.blogspot.com ini. Setelah membaca cerita dari suamiku yang ada di sini, aku baru tau kalo "masku" sampai bela-belain naik motor dulu sebelum naik mobil ke klaten biar ga ketahuan adek-adek, hehe lucu ya. 😂

Oke, kita mulai cerita perjalanan kami dari sudut pandangku ya. Aku Bella, anak perempuan pertama yg memiliki 3 adik. Hidup dengan beberapa mimpi yg terus kulantunkan dan Allah jawab satu persatu. Umurku 25 tahun saat itu, umur dimana banyak postingan ig teman-temanku sudah menemukan tambatan hatinya (red : suami/istri). Umur-umur yang memang sudah waktunya untuk mempertimbangkan pernikahan. Sering kubertanya dalam hati, kapan giliranku? Apa ada yg mau denganku?

Alhamdulillah wa syukurillah, aku dekat dengan orang-orang yg senantiasa berbagi semangat dan kebaikan. Rumah kost menjadi saksi betapa berliku-likunya perjalananku kala itu. Aku sudah sering patah, dari segala aspek penyebabnya. Selalu kutanamkan  dalam hati, Allah sedang membentukku, Allah sedang mempersiapkan hadiah yg terbaik untukku. Dari mulai gagal ta'aruf dan dijanjikan untuk dinikahi lalu pergi begitu saja, orang tuaku menangis meminta maaf kepadaku karna ta'arufku gagal, aku berusaha meyakini bahwa Allah sedang menyaring orang yang tepat untukku. Doa yang selalu kupegang teguh adalah "Ya Allah temukan aku dengan seseorang yg aku menjadi berkah, rezeki untuknya, dan begitu pula dia untukku". Sampai dititik dimana aku berpasrah kepada Allah, sepasrah-pasrahnya....

Sampai disini dulu ya ceritanya, InsyaAllah aku lanjut cerita dipart selanjutnya. Semoga pembaca dapat mengambil hikmah pelajaran yang saya tulisan. Doakan semoga bisa selalu istiqomah untuk menulis. Wassalamu'alaikum 🙏😊

Perjalanan Ta'aruf Bagian 1

Assalamu’alaikum sobat Blogger yang kami banggakan. 😊 Mohon maaf ternyata membuat tulisan memang belum bakatnya jadi kalau memang tak ada ide maka tak ada yang bisa saya tuliskan di blog bellaapip.blogspot.com ini. 🙏 Sekali lagi saya mohon maaf. 🙏 🙏
 
Sebelum saya datang kesana biodata calon istri saya sudah dapat dari Ibu dan sudah saya baca-baca terlebih dahulu. Karen masih merasa kurang maka saya mencoba mencari informasi sendiri lewat google dan beberapa media sosial, alhasil ketemu namun semua sosial media di gembok. Tak puas sampai di situ di salah satu sosial medianya ternyata berteman dengan teman SMP saya, dan ternyata benar mencoba mencari hal-hal yang wajar lewat teman saya tersebut. Dan di akhir chat teman saya berpesan "beruntung kowe nek iso entuk wedok sing sregep nyetrika haha", kurang lebihnya seperti itu.
 
Sambil menunggu hasil swab keluar dan di tengah kebingungan mau maju atau tidak. Nasehat dari Bapak untuk mencoba dulu karena bebrapa tahun lalu (lupa tahun berapa haha), 😅 ada tawaran juga untuk menikah tapi tidak saya pedulikan atau gantungkan (jahat ndak siih??). Ibu juga menasehati hal sama untuk mencoba karena tidak ada salahnya. Ya setelah memantapkan diri dan meminta petunjuk sama Allah. Alhamdulillah..
 
Setelah semua keluarga mengikuti uji swab dan semua di nyatakan sembuh alias negatif covid-19 termasuk Ibu saya maka tanggal 6 September 2020 berangkatlah saya, Ibu dan Bapak ke rumah kawan lama Bapak saat awal berjuang dulu di dekat stasiun Klaten. Tiga hari sebelum berangkat kami merencanakan pergi agar tidak di ketahui oleh adik-adik karena masih proses awal. Rencananya saya pergi dengan motor, lalu parkir motor ke pusat perbelanjaan dan Bapak, Ibu menjemput dengan mobil kemudian berangkat bersama ke Klaten. Namun realitanya hingga dua kali ke pusat perbelanjaan baru buka jam 9 maka di putuskan untuk parkir di area stasiun dekat bandara. 😆😆 (haha rempong yaa)
 
Ya di sanalah pertama kali saya melakukan pertemuan ta’aruf (deg-degan haha). Saya di temani ibu, dan calon istri di dampingi ibu -ibu kepercayaan dari orangtuanya. Berlangsunglah diskusi atau ngobrol-ngobrol yang serius tapi santai, yang santai tapi serius.
 
Oke segitu dulu cerita ini, semoga pembaca bisa mengambil hikmah yang ada di dalam tulisan ini. Jika pembaca belum membaca tulisan sebelumnya bisa klik di sini karena tulisan ini berkaitan satu sama lain. Sampai bertemu di tulisan berikutnya. Wassalamu’alaikum 😊😊

Sebelum Dipersatukan Bagian 2

Assalamu’alaikum sobat Blogger bellaapip.blogspot.com yang berbahagia. 😊😊 Sebelum menyambung cerita bagian 1, mari sama-sama kita doakan negara Indonesia yang sedang banyak dilanda bencana jatuhnya pesawat Sriwijaya, longsor di Sumedang, Gempa di Sulawesi Barat, Banjir di Kalimantan Selatan, dan Banjir juga di Sulawesi Utara agar lekas membaik kembali seperti sediakala, tak lupa kepada pembaca yang terlimpah rezekinya bisa menyalurkan donasi bantuan kepada yang berdampak ke yayasan amal bantuan terpercaya menurut pembaca sekalian.
 
 
Baik kami lanjutkan, setelah kami lulus dari bangku perkulihan yang penuh drama dengan skripsi wkwk, kami mencari jalan ninja untuk mengumpulkan pundi-pundi cuan untuk kebutuhan jangka pendek ataupun jangka panjang. Ohya kami memiliki hobby yang sama-sama mengeluarkan banyak uang, kalau saya memilih hobby adventure dan untuk istri lebih jago pada hobby taste kulineran, nilai plus buat saya sering dibuatkan makanan yang enak-enak hehe dan doakan istri segera memiliki toko kulinernya sendiri. Aamiin. 💖
 
 
Hingga tahun 2020 hadir dengan banyak kabar bahwa ada sebuah virus yang mematikan datang dari negara China, kita kenal dengan virus corona atau virus covid-19 melanda negara Indonesia semua sektor terdampak, terjadi perubahan aktifitas menjadi serba virtual seperti sekolah dan bekerja ada juga yang di PHK, pasar, toko, mall dan aktifitas perdagangan konvensional tutup. Ojek online dan ekspedisi pengiriman juga mengalami penurunan beberapa bulan, hingga tempat wisata dan tempat ibadah ditutup untuk mengurangi dampak penyebarannya. Ya tahun yang tidak bisa di prediksi oleh manusia.
 
 
Menjadi ujung tombak untuk penanganan virus covid-19 adalah tenaga kesehatan. Dan lagi-lagi Ibu saya seorang tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Yogyakarta dan Ayah istri juga seorang tenaga kesehatan di salah satu Rumah Sakit di Klaten. Setiap hari saat bekerja memakai APD agar tidak terdampak dan aturan-aturan lain yang harus dipatuhi sebagai seorang tenaga kesehatan saat bertugas. Qodarullah Ibu saya isolasi mandiri dan kami sebagai anggota keluarga juga mengikuti aturan isolasi mandiri. Cukup suntuk bagi Ibu yang mendapat “serangan” dari handphone-nya yang kerap kali berdering. Dari sinilah perjalanan menuju proses suci di mulai.
 
 
Yang akan kita sambung pada tulisan selanjutnya, tetap pantengin blog ini tiap hari ya kawan blogger agar tidak ketinggalan kisah-kisahnya wkwk. Semoga bisa mengambil hikmah di balik cerita di atas. Wassalamu’alaikum 😊😊

Sebelum Dipersatuka Bagian 1

 Assalamu’alaikum sobat Blogger yang berbahagia 😊😊 hari ini kami akan menuliskan cerita sebelum saya dan istri di persatukan melanjutkan postingan sebelumnya. Kami tidak saling kenal sebelumnya sama sekali namun banyak sedikit kemiripan dalam perjalanan kehidupan kami hehe.

Kami memiliki background orangtua yang hampir mirip dan pendidikan sewaktu kecil kami juga tak jauh berbeda. Dari menginjak Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Pertama kami mengenyam pendidikan diluar negeri alias bersekolah di swasta hehe. Dan di SMP kami berdua sempat merasakan menjadi anak pesantren, Alhamdulillah menjadikan lebih kuat pondasi ke Islaman kami saat menimba ilmu di jenjang pendidikan selanjutnya.

Di Sekolah Menengah Atas kami sama-sama memilih untuk kembali ke tanah air hehe, bedanya istri diterima di SMA dan saya diterima di SMK, kami mengalami shock culture yang awalnya di sekolah agamis berubah menjadi sekolah umum yang semuanya berbaur, duh gimana ya membahasakannya... Tapi ternyata kami memilih jalan yang sama yaitu masuk organisasi Kerohanian Islam untuk lebih membentengi diri wkwk sok suci nih.

Tak terasa masa putih abu-abu akan terlewati, tahun 2013 adalah tahun kelulusan kami untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan kami punya keinginan yang sama untuk masuk universitas ternama di Jogja ya itu adalah Universitas Gadjah Mada. Namun alhasil istri yang diterima disana dengan mengambil Jurusan Geografi dan saya lagi-lagi untuk memilih keluar negeri karena mendapatkan beasiswa hingga lulus selama 4 tahun, tetapi apa daya manusia jika rencana Allah berbeda. Saya terlambat lulus dan harus membayar uang kuliah lebihnya Alhamdulillah waktu itu sudah bekerja, dan ternyata oh ternayata saya dan istri wisuda di bulan dan tahun yang sama wkwkwk Mei 2018 dengan drama lulus di masing-masing dari kami.

Oke baik pembaca blog bellaapip.blogspot.com yang berbahagia tentang cerita sebelum di persatukan, mungkin akan buat dua bagian agar pembaca tidak terlalu panjang membacanya. Terimakasih sudah  menyempatkan singgah dan membaca tulisan ini. 😊😊 Semoga ada hikmah yang bisa diperoleh dari sini.
Sampai berjumpa di tulisan selanjutnya, Wassalamu’alaikum. 💓

Intro Tentang Blog Ini

 Assalamu'alaikum sobat pembaca blogger khususnya blog bellaapip.blogspot.com yang berbahagia. Blog ini hadir tepat 3 bulan hari pernikahan kami pada tanggal 18 Oktober 2020 kami melangsungkan akad nikah dan menjalani kediupan berkeluarga dan menyempurnakan separuh agama kami.

Disini kami berkomitmen untuk menulis dan menceritakan hal-hal baik yang bisa kita petik bersama buah kebaikannya. Dan tak lupa syukur terus kami panjatkan kepada Allah yang Maha Baik karena telah mempersatukan kami menjadi sepasang suami dan istri hingga kembali ke surga kelak. Aamiin. 

Terakhir harapan kami semoga pembaca sekalian diberikan keberkahan hidup dan rezeki yang melimpah oleh Allah Sang Maha Kaya. Dan Allah memudahkan bagi kami untuk terus menebarkan kebaikan dimanapun dan kapanpun kami berada. Aamiin.

Selamat membaca Blog ini, semoga menginspirasi para pembaca semuanya.

Wassalamu'alaikum 😊😊